Blog Indonesia Jelang Tahun 2013.

Apakah benar Blog Indonesia pada akhirnya sekadar trend sesa(a)t, yang hidup sekali, lalu mati, ketika masih menginjak usia dini? Susah untuk mengatakan tidak jika secara cermat kita saksikan bahwa keberadaan blog masih ada namun “ngeblog” yang sulit atau setidaknya jarang terjadi.

Perkembangan media sosial menjadikan blog terbengkalai. Para blogger lebih mudah untuk merangkai kata, menyuarakan sesuatu dengan singkat, padat dan seketika.

Bahkan untuk postingan blog kali ini yang isinya hanya tiga paragraf saja. Selamat tahun baru 2013. Selamat menghadapi masa depan, wahai blogger yang terus memupuk harapan.

Paspor Garuda Jelajah Asia

agus

Siapakah Marcopolo modern menurut Anda? Yang menyeberangi daratan Asia dan menjinjing berbagai oleh-oleh ke negerinya. Atau taruhlah Ibnu Batutah masa kini, atau boleh lah Cheng Ho abad millennium? 

Apakah Anda akan menerka si Lara Croft yang bahenol binti sintal itu? Yang hobinya berkelana dengan mencuri harta kuno di berbagai sudut belahan dunia? Atau si James Bond, atau jagoan anyar si Bourne, atau pasangan Brad Pitt dan Jolie yang mengoleksi anak dari berbagai ras dan hidup nomaden? 

Versi saya adalah seorang anak Indonesia bernama Agus. Agustinus Wibowo. Usianya 25 tahun saja, namun bila paspornya diperlihatkan pada Anda, maka tercenganglah Anda.

Mengapa? 

Cap imigrasi berbagai negara telah tertoreh, lebih dari sepuluh negara. Apa istimewanya?  Ya, setelah kuliah di negeri Tiongkok, Agus nekat menyusuri daratan Asia lewat jalan darat. Mongolia, Tajikistan, Afghanistan, India, Iran dan berbagai negara Asia tengah dengan lincah dia sambangi.  

Ah, pasti Agus anak orang kaya yang gak punya kerjaan.

Baca lebih lanjut

Kumis Manis Doyan Meringis

budi  

Apakah pernah merasakan merawat blog itu bikin susah hidup? Hobi lain ditanggalkan dan lupa dengan urusan perkawanan di dunia yang menginjak bumi? Membaca, bermusik dan berbagai hal lain yang sulit untuk dilakukan demi menengok, menabur pupuk, menyirami dan mengelus-elus blog kesayangan.

 Ini lah yang dialami seorang Budi.

Ya, ini Budi, namun bukan Budi adik Wati, yang bapaknya punya kebiasaan rutin pergi ke kantor dan sang ibu yang selalu memasak di dapur, serta adiknya, Iwan, yang senang dolanan mobil miniatur terbuat dari jeruk bali bahenol mumplu 

Bila itu yang dimaksud, maka itu tanda bahwasanya kita kasmaran saat-saat belajar membaca sembari mengenakan seragam putih merah. 

Budi Rahardjo. Pakai huruf “d”. Bapak berkumis lebat ini mengingatkan saya pada mendiang Cacuk Telkom atau Icuk Badminton. Hobinya membuat pose seorang diri ditemani selingkuhannya: deretan kabel yang berkelindan dengan background body belakang komputer dalam ruang server.

Baca lebih lanjut

Gombalan Masuk Angin Ringan

gombalan amoh

Kemana angin berhembus kesana lah blogger berlarian.

Lalu mengapa sebuah catatan ringan yang angin-anginan begitu digandrungi segerombolan blogger? Pertanyaan ini mungkin gampang dijawab oleh Anda para blogger. Namun bagi saya, hal ini masih menjadi pertanyaan yang njendel – meminjam istilah si semprul sontoloyo. 

Ulasannya tidak berniat membanyol. Setingkat lebih serius dibandingkan saat masih berjuluk si gemblung kemplu. Namun karena efek visual yang mumpuni dan jarang diperhatikan, membuat blog ini berbeda. Ulasannya ringan, namun berbobot. Pikirannya seakan-akan simpel, namun kompleksitas sudut pandangnya bukan perkara biasa. Inilah kekuatan sejati blog raja menggombal seantero jagat. 

Ada satu lagi sebetulnya yang bikin blog ini dikategorikan blog panutan. Bahasa. Ciamik, bernas dan mumpuni. Bahasa Indonesia yang kosakatanya selaras dengan ajaran mBah J.S Badudu. Saya curiga, bila Paman kita ini ditanya siapa tokoh idolanya, maka jawabannya adalah Poerwadarminta. Bila ditanyakan akronim apa yang paling nyantol di kepala, jawabannya adalah EYD.

Baca lebih lanjut

Ingat Perkataan Mbah Kakung

semprul1.jpg

Semprul sontoloyo,…

sebuah ujaran khas Jawa yang jarang didengar lagi. Semprul sontoloyo terucap manakala laku kita tak sepadan dengan garis norma pribadi seorang -yang saya bayangkan- tua, bangkotan, botak, merokok godhong jagung, batuk-batuk, ngeyelan namun ngangeni

Jarang rasa-rasanya bila si Mbok mengatakan hal demikian bagi anak-anaknya. Juga jarang kemungkinannya bila diucapkan si Mbok bagi si Parmin, tukang becak langganan, yang senantiasa mengantar ke Pasar Klewer, walaupun genjotannya terlalu pelan atau justru amburadul bin blingsatan sekuat kuda jantan yang sedang horny mengejar dokar di depannya yang ditenagai kuda betina nan ramping dan menjurai menantang.

Baca lebih lanjut

Tak Bisa Tidur

Gara-gara semalaman tak kuasa mengantuk, maka jadilah badan yang pegal-pegal begadang di atas laptop dan saya tak juga terlelap.

Mencari wahyu untuk merancang sebuah blog dahsyat yang akan mengguncangkan hati, nurani dan glambiran bokong sampeyan. Blog yang terdiri dari bahasa mumpuni, qualitas berkelas, traffic yang magiq, komentar banjir, inspired banged, daya dobrak menggebrak.

Lalu apa lagi, Ndul?

Sebuah blog yang binal sekaligus sensasional, santun dan bikin manyun, pas lugas, kreatif informatif, legit menggigit. Pokoknya dahsyat melesat. Rookie yang menjanjikan. New Comer yang keminter. Pahlawan Dunyo Ngaherat.

Pahlawan kesorean kalee’…?

Baca lebih lanjut