Blog of the DAy


Ingat Perkataan Mbah Kakung

Ditulis dalam Blog Of The DAy oleh Don Kisot pada Januari 3, 2008
Tags: ,

semprul1.jpg

Semprul sontoloyo,…

sebuah ujaran khas Jawa yang jarang didengar lagi. Semprul sontoloyo terucap manakala laku kita tak sepadan dengan garis norma pribadi seorang -yang saya bayangkan- tua, bangkotan, botak, merokok godhong jagung, batuk-batuk, ngeyelan namun ngangeni

Jarang rasa-rasanya bila si Mbok mengatakan hal demikian bagi anak-anaknya. Juga jarang kemungkinannya bila diucapkan si Mbok bagi si Parmin, tukang becak langganan, yang senantiasa mengantar ke Pasar Klewer, walaupun genjotannya terlalu pelan atau justru amburadul bin blingsatan sekuat kuda jantan yang sedang horny mengejar dokar di depannya yang ditenagai kuda betina nan ramping dan menjurai menantang.

Sebuah blog dari kasta manakah gerangan?

Dengan “Penting tak penting pokoknya ditulis”, menandakan betapa lincahnya -dengan tanpa beban- akan menuliskan apa pun yang sesuai dengan si udel penulis. Apakah ini sejenis disclaimer bagi pembaca yang menyumbangkan bandwidht dan ingin mendapatkan “sesuatu” yang berarti agar tidak kecele? Nampaknya tidak.

Justru sepertinya tagline yang dibuat adalah sebagai seuntai pernyataan, sebuah proklamasi yang bebas sejati untuk memaklumatkan bahwa blog ini adalah serius untuk main-main. Sekadar penghilang kejenuhan dan perlambang gurauan [tingkat tinggi].

Tapi itu pun tidak sepenuhnya benar. Bila penting tak penting ditulis, bisa jadi justru blog ini isinya adalah hal-hal penting dengan sedikit masalah tak penting.

Masalah Asian Agri dengan rombongan sirkus UGM dan UI yang dijadikan proyek penelitiannya, sesungguhnya tidak penting bagi sebagian besar orang seperti kami, saya dan mereka. Namun rupanya penting bagi “kita” sang rombongan sirkus penulis blog ini.

“ketimbang njendel”…

Ah, pusing karena banyak unek-unek namun tak bersuara memang bikin penyakit baru. Persis burung yang dilarang berkicau sehingga menderita flu burung. Seperti monyet afrika yang tak boleh ber-ngakngiknguk-nguknguk sehingga menelorkan album virus teranyar ebola.

Ya sudahlah, para pemain lama dengan konsep “setengah jadi” ini semoga “menjadi” dan terus menjadi. Jangan lupa sirami kebon yang bergambar godhong itu. Setidaknya wis titimangsane godhong dadi duwit…

Pertanyaannya: Apakah si semprul sontoloyo berkawan karib dengan si gemblung-kemplu itu?

3 Tanggapan ke 'Ingat Perkataan Mbah Kakung'

Berlangganan pada komentar RSS atau LacakBalik ke 'Ingat Perkataan Mbah Kakung'.

  1. Mas Kopdang berkata,

    semprul sontoloyo itu sejenis umpatan sayang, Mbah…
    coba saja bilang sama calon kakak ipar: “Mas, kamu kok semprul lan sontoloyo..”

  2. Paman Tyo berkata,

    Si Semprul maupun si Sontoloyo tidak sudi berkarib dengan saya, tapi saya sok akrab dengan mereka. Itu namanya tidak saling merugikan, to? :D

  3. bah reggae berkata,

    Hahaha. Sy, sori, baru sekarang nemuin komentar paman itu. Tp begitulah si paman. Ia memang dikutuk menjadi org baik hati.


Tinggalkan Balasan